Peran Penting Buku Kas, Hutang, dan Piutang Bagi Usaha Kecil

25-01-2013

Kesannya sepele, tapi buku kas, buku hutang, dan buku piutang adalah dasar yang kuat bagi kemajuan dan berkembangnya usaha. Ada banyak faktor penyebab usaha kecil menjadi tidak pernah besar atau tetap kecil. Salah satunya adalah keengganan pemilik atau pengelola untuk mengadministrasikan atau mencatat semua kegiatan dan transaksi usahanya. Sebagian orang menganggap hal itu terlalu rumit. Sebagian merasa tidak punya cukup waktu untuk mencatat karena terlalu sibuk berjualan. Dan sebagian besarnya lagi merasa usahanya masih kecil dan usaha kecil masih belum perlu memiliki catatan keuangan. Cukup diingat saja karena transaksinya juga tidak terlalu banyak atau besar.

(Baca juga: Pengetahuan Tentang Keuangan Berperan Penting Dalam Kesuksesan Usaha)

Pendapat bahwa karena usahanya masih kecil dan belum perlu memiliki catatan keuangan usaha adalah salah besar. Dokumentasi usaha yang rapi, termasuk didalamnya catatan keuangan usaha yang rapi juga, merupakan pondasi yang kuat dan syarat agar sebuah usaha kecil menjadi lebih besar. Catatan keuangan usaha yang dibutuhkan juga tidaklah terlalu banyak atau rumit. Tidak harus seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah besar yang memiliki divisi keuangan sendiri. Yang paling penting adalah catatan keuangan itu bisa dibaca dan dipahami dengan mudah oleh yang membuat dan oleh yang membaca. Sehingga informasi yang tertuang dalam bentuk angka didalamnya tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan multi tafsir.

buku kas, hutang, piutang

Buat Format Buku Kas, Buku Hutang, Dan Buku Piutang Sesederhana Mungkin Sehingga Mudah Dipahami

Usaha kecil dengan skala rumah tangga atau sedikit lebih besar pada dasarnya hanya perlu memiliki catatan buku kas, buku piutang, dan buku hutang. Ya, cukup tiga macam buku atau catatan itu sebagai awalnya.

Buku kas adalah buku yang mencatat nilai tunai semua transaksi. Sebuah transaksi perlu dicatat di buku kas apabila ada perpindahan kas (uang tunai atau saldo bank) terkait transaksi tersebut baik transaksi pembelian maupun transaksi penjualan.
Jika transaksi yang terjadi adalah transaksi kredit dengan ada pembayaran uang muka, maka pada saat terjadinya transaksi hanya nilai tunai dari uang muka yang dicatat di buku kas. Sisa yang belum dibayar selanjutnya dicatat di buku hutang atau buku piutang tergantung jenis transaksinya, penjualan atau pembelian. Demikian juga jika terjadi pelunasan hutang atau piutang usaha. Uang tunai atau kas yang dibayarkan dicatat dalam buku kas dan pada saat bersamaan mengurangi nilai pada catatan hutang atau piutang.

(Baca juga: Bagaimana Membuat Laporan Keuangan Usaha)

Ketiga macam catatan tersebut sudah cukup mampu untuk mendokumentasikan segala transaksi keuangan usaha. Karena sifatnya sebagai catatan dasar maka dibutuhkan sedikit usaha dan pengetahuan administrasi keuangan agar angka-angka dalam ketiga buku itu bisa disusun menjadi laporan laba rugi dan neraca. Namun demikian, dengan memiliki dan mendokumentasikan dengan rapi buku kas, buku hutang, dan buku piutang seorang pemilik usaha akan dapat lebih mudah melakukan pengawasan dan pengendalian usaha terkait dengan arus kas perusahaan. Karena bagaimanapun juga kas atau uang tunai adalah bahan bakar utama dari sebuah usaha untuk bisa beroperasi dan menghasilkan laba.

Coretan Lain



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *