Haruskah Hanya Melayani Pembayaran Dengan Uang Tunai ?

09-02-2015

Uang tunai adalah alat pembayaran yang sudah lazim diterima dalam dunia bisnis. Banyak pemilik dan pengelola usaha kecil atau toko kelontong yang hanya melayani pembayaran hanya dengan uang tunai. Kondisi ini mungkin masih umum pada beberapa tahun yang lalu, namun seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini pemilik atau pengelola usaha kecil perlu memikirkan kembali apakah masih tetap setia dengan penggunaan uang tunai dalam transaksi atau mulai menerima opsi pembayaran yang lain semisal kartu debit atau kartu kredit.
Membatasi transaksi dengan hanya melayani pembayaran dengan uang tunai tentu ada kelebihan dan kekurangannya.

(Baca juga: Hal Penting Yang Harus Dipahami Dan Dilakukan Sebelum Memulai Usaha Sendiri)

Kelebihan bila hanya menggunakan uang tunai.

  • Pembayaran secara tunai memastikan penjual mendapatkan dana kas secara langsung, tanpa harus menunggu. Juga menghilangkan kekhawatiran apakah akan menerima pembayaran secara penuh atau malah tidak dibayar sama sekali.
  • Pembayaran secara tunai merupakan metode pembayaran yang paling sederhana sehingga tidak membutuhkan pencatatan yang relatif mudah. Bagi pemilik atau pengelola usaha tentu hal ini akan mengurangi beban kerja dan biaya yang timbul jika harus mempekerjakan tenaga pembukuan profesional.
  • Resiko kecurangan penggunaan uang tunai sangat kecil. Memang ada beberapa kasus uang palsu, namun secara umum tingkat kecurangan yang timbul sangat kecil bila dibandingkan dengan pembayaran yang menggunakan metode lain.
  • Hanya melayani pembayaran menggunakan uang tunai tidak menambah atau menimbulkan biaya atau fee terkait pihak ketiga apabila menggunakan metode pembayaran selain uang tunai.

(Baca juga: Pengetahuan Tentang Keuangan Berperan Penting Dalam Kesuksesan Usaha)

Kekurangan bila hanya menggunakan uang tunai.

  • Pelanggan yang kebetulan tidak membawa uang tunai yang cukup pasti tidak jadi melakukan transaksi, berbeda jika terdapat alternatif pembayaran lain yang tidak menggunakan uang tunai.
  • Usaha yang dikelola berpotensi kehilangan pelanggan karena pembayaran menggunakan kartu, baik debit maupun kredit, sudah semakin populer dan semakin banyak konsumen yang lebih nyaman menggunakan metode pembayaran menggunakan kartu.
  • Menyimpan uang tunai dalam jumlah cukup besar akan menimbulkan maslah baru, selain menghabiskan waktu untuk menyimpan dan mencatatnya, resiko keamanan juga semakin meningkat.

Secara umum penggunaan uang tunai dalam melakukan transaksi sudah mulai tergantikan oleh penggunaan teknologi baru yang lebih nyaman menurut konsumen. Munculnya kartu kredit, kartu debit, bahkan dompet elektronik dalam masa mendatang akan semakin menggusur penggunaan uang tunai dalam bertransaksi. Namun bukan berarti penggunaan uang tunai akan hilang begitu saja, karena dalam pasar-pasar tradisional, pedagang kaki lima, dan pedagang keliling tentu masih mengandalkan penggunaan uang tunai sebagai metode pembayaran. Jika anda sebagai pemilik atau pengelola usaha mungkin sudah saatnya untuk berpikir dan mulai memanfaatkan teknologi dalam melakukan transaksi karena kebiasaan dan selera konsumen dalam melakukan pembayaran akan berubah dan berkembang seiring perkembangan teknologi yang semakin memudahkan.

(Dikunjungi 538 kali, 2 pengunjung hari ini)

Coretan Lain



One thought on “Haruskah Hanya Melayani Pembayaran Dengan Uang Tunai ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *