Memilih Nama Usaha Yang “Menjual”

10-06-2014

Salah satu hal penting yang menjadi bagian integral dalam menciptakan sebuah usaha atau entitas bisnis adalah memberi nama usaha atau toko kelontong atau merek dagang yang kita dirikan. Memberi sebuah nama pada usaha atau merek dagang berkesan mudah, dan setiap pengusaha memiliki preferensi dan selera masing-masing dalam menentukan nama bagi usahanya. Namun memberikan nama usaha seadanya dan “kurang menjual” bagaikan pergi memancing dengan hanya membawa satu kail, sementara pesaing kita membawa lebih dari dua kail. Memang kita nantinya mungkin akan dapat ikan tapi hal tersebut membutuhkan usaha lebih keras dan waktu yang lebih lama. Ingat, produk atau usaha kita akan berhadapan dengan kompetitor yang jumlahnya tidak sedikit.
Ada beberapa langkah atau kriteria dalam memberi nama usaha atau merek dagang yang bisa diikuti agar nama usaha dan merek dagang yang kita menjadi nama yang ”menjual” dan atraktif bagi pelanggan.

Nama usaha yang bagus harus mudah diingat, mudah diucapkan, dan relatif singkat.
Sudah pasti bahwa pelanggan potensial usaha anda harus mudah untuk mengingat nama usaha atau produk anda. Mereka juga ingin untuk mudah mencarinya ketika mereka melakukan pencarian di direktori telepon atau secara online. Nama yang unik adalah ide yang bagus, tetapi bila pengucapannya sulit dan tidak umum bisa jadi itu adalah hal yang buruk. Selain itu jika nama terlalu panjang tentunya akan merepotkan dan cenderung lebih sulit untuk diingat.

Nama usaha yang bagus harus berkonotasi positif dan informatif.
Ada banyak kata dan istilah yang memiliki konotasi tertentu. Konotasi sebuah nama atau istilah dapat positif, netral, atau negatif, tergantung dari ikatan emosional yang terbentuk didalam lingkungan masyarakat. Bayangkan sebuah majalah bertema keluarga bernama “Ayah Bunda” sementara yang lainnya bernama “Bapak Ibu”, terasa beda konotasinya bukan? Jadi ketika menentukan sebuah nama bagi usaha anda pilihlah istilah yang memiliki konotasi positif yang terkait dengan bentuk usaha yang anda jalankan atau memberikan informasi tentang apa dan bagaimana usaha anda. Serta pastikan konotasi positif tersebut cocok atau sesuai dengan usaha yang ada. Kata “Ayah Bunda” memiliki konotasi yang positif, namun nama itu tidak relevan jika majalah tersebut bertema otomotif.

Coretan Lain



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *