Tips Mengelola Arus Kas Untuk Mengatur Keuangan Usaha

12-09-2016

Mengatur keuangan usaha terutama mengelola arus kas usaha itu gampang-gampang susah. Tidak peduli betapa hebatnya model bisnis wirausaha anda, betapa menguntungkan, dan betapa banyak investor yang tertarik mendukung usaha anda. Usaha anda tidak akan bertahan jika anda tidak mampu mengelola arus kas dengan baik. Salah satu penyebab utama kegagalan bisnis startup dan usaha kecil menengah adalah karena ketidakmampuan mengelola arus kas usaha dengan baik dan benar. Sebuah studi oleh lembaga perbankan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen kegagalan tersebut disebabkan oleh faktor ini.
Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi dalam pengelolaan arus kas bisnis startup dan usaha kecil menengah.

Memperkirakan nilai penjualan di masa depan terlalu tinggi.
Kemauan yang keras dan optimisme yang tinggi merupakan kuci sukses seorang entrepreneur dalam menjalankan wirausaha. Namun meskipun optimisme tinggi itu penting bagi pemilik usaha, jangan sampai hal tersebut merusak obyektifitas anda dalam mengambil keputusan karena sangat beresiko terhadap arus kas perusahaan. Itulah mengapa sangat penting menetapkan target penjualan yang obyektif dan realistis berdasarkan data dan angka yang sudah ada sebelumnya. Data dan angka penjualan periode sebelumnya bersama dengan intuisi yang obyektif bisa digunakan dasar. Sebagai alat bantu untuk memperkirakan dan membuat target penjualan yang masuk akal di masa depan.

(Baca juga: Aktivitas Dasar Yang Wajib Dilakukan Oleh Sebuah Usaha)

Memperkirakan pendapatan penjualan di masa depan bisa jadi cukup sulit dilakukan, terutama jika usaha atau bisnis startup anda masih baru dan tidak ada data dan angka penjualan masa lalu yang bisa dijadikan acuan. Untuk itu menemukan dan bekerjasama dengan seorang mentor yang berpengalaman di bidang bisnis yang anda lakukan akan sangat membantu. Seorang mentor yang baik akan membantu memberikan gambaran sesuai dengan pengalamannya dan membantu anda melakukan perkiraan besarnya volume penjualan di masa depan.

Apapun metode perkiraan yang anda lakukan, pastikan anda membuat ekspektasi penjualan yang obyektif dan masuk akal. Perilaku ini akan menghindarkan anda dari pengeluaran besar yang sia-sia karena mengejar target penjualan yang tidak masuk akal dan tidak mungkin terwujud.

mengatur keuangan usaha

Mengatur Keuangan Usaha Dengan Baik Berasal Dari Perencanaan Yang Baik Pula

Terlalu royal berbelanja dan tidak membuat anggaran belanja.
Ada pepatah yang mengatakan bahwa butuh uang untuk menghasilkan uang. Secara umum memang benar, namun banyak pebisnis pemula yang justru terjerumus dalam paradigma tersebut. Banyak terjadi terutama di bulan-bulan awal berjalannya usaha atau bisnis startup mereka. Jika ingin bisnis startup anda menghasilkan uang sebaiknya tetap fokus pada perhitungan pada perbandingan biaya dan keuntungan yang akan dicapai. Karena pada dasarnya setiap rupiah yang keluar akan mengurangi laba usaha anda.
Bersama dengan perkiraan nilai penjualan yang diproyeksikan secara obyektif dan realistis, anda dapat membuat anggaran yang realistis dan tentu saja harus dipatuhi agar semua berjalan lancar. Hindarkan pembelian secara impulsif dan selalu siaga terhadap kemungkinan-kemungkinan munculnya pengeluaran yang tidak terduga. Konsisten dengan anggaran belanja adalah langkah awal agar bisa mengatur keuangan usaha dengan baik.

(Baca juga: Jangan Biarkan Bisnis Startup Anda Layu Sebelum Berkembang)

Anggaran belanja sangat dibutuhkan dalam mengelola arus kas usaha. Hal ini terkait erat dengan perilaku pasar dimana ada bulan-bulan ramai pembeli dan ada masa dimana sulit untuk menjual produk yang anda tawarkan. Dengan adanya anggaran belanja, anda sebagai pengelola bisnis startup dapat mengalokasikan kas secara tepat, terutama terkait dengan pengeluaran, dan sesuai dengan kebutuhan sehingga ketika muncul tagihan dari vendor tidak akan kesulitan membayar.

arus-kas-piutang

Cara Mengatur Keuangan Usaha Yang Tepat Akan Menjadikan Usaha Maju Pesat

Tidak mampu mengelola dan menagih piutang.
Hal krusial lain yang perlu diperhatikan dalam mengelola arus kas bisnis startup adalah masalah piutang. Salah satu penghancur arus kas usaha yang paling cepat adalah piutang yang tidak tertagih. Jika kurang proaktif menagih piutang dari klien atau pelanggan anda, maka dapat dipastikan arus kas bisnis anda sudah berada dalam situasi yang berbahaya. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak usaha kecil menengah yang tidak memiliki kebijakan penagihan dan denda keterlambatan pembayaran yang jelas. Kondisi ini seringkali menjadikan mereka bulan-bulanan dari pembeli yang tidak beritikad baik. Sudah umum juga jika klien atau pelanggan tidak diingatkan membayar karena sudah jatuh tempo, maka mereka akan lupa untuk membayar, apalagi tidak ada denda terkait keterlambatan pembayaran tersebut.

Ciptakan sistem pengelolaan piutang penjualan yang baik dan jelas secara jangka waktu. Beberapa perusahaan bahkan memberikan insentif berupa diskon jika piutang dilunasi sebelum waktunya hanya untuk memastikan pembayaran pasti dilakukan oleh pelanggan. Dengan sistem kelola piutang yang baik maka bisnis startup dan usaha kecil menengah dapat menghindarkan tidak tertagihnya penjualan yang beresiko menghancurkan arus kas usaha.

(Baca juga: Rasio Keuangan Untuk mengukur Kesehatan Usaha)

Mengelola arus kas bisnis startup adalah tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah wirausaha, terutama jika usaha itu masih baru. Sebagai pemilik atau pengelola bisnis startup, sebaiknya anda tetap fokus dan obyektif terkait peluang dan potensi penjualan produk. Menghindari pengeluaran tidak penting dan juga selalu tanggap terhadap sinyal-sinyal arus kas yang ada. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan usaha anda sudah berada dijalur yang benar, tinggal mempertahankan dan membuatnya lebih maju.

(Dikunjungi 193 kali, 3 pengunjung hari ini)

Coretan Lain



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *