Menggaji Diri Sendiri Sebagai Pemilik Usaha, Perlu Kah?

19-04-2013

gaji-pemilik-usaha

Menggaji diri sendiri? Untuk apa? Bukannya usaha ini milik saya pribadi? Bukannya semua keuntungan nantinya juga kembali lagi kepada saya?
Mungkin itu beberapa pertanyaan yang muncul di benak kita sebagai pemilik merangkap pengelola usaha. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hampir semua pemilik usaha kecil umumnya juga merangkap sebagai pengelola sehari-hari. Melakukan hampir semua kegiatan manajerial dan operasional mulai dari mempersiapkan bahan baku, mengolah, menjual, bahkan mempromosikan kepada calon pelanggan. Semua dilakukan oleh pemilik usaha yang bersangkutan. Namun kebanyakan pengusaha kecil terutama dalam skala home industri mengabaikan kontribusi pribadi dalam mengelola usahanya. Yang mana seharusnya kontribusi tersebut dinilai secara nominal yang dapat diwujudkan dalam bentuk honor atau gaji sebagai pengelola.

(Baca juga: Pengetahuan Tentang Keuangan Berperan Penting Dalam Kesuksesan Usaha)

Dari sudut pandang akuntansi atau pencatatan keuangan, mengalokasikan biaya gaji kepada diri sendiri sebagai pemilik merangkap pengelola usaha sangat berbeda konteksnya dengan mengambil sebagian keuntungan usaha untuk kepentingan pribadi. Meskipun jumlah nominal uang yang diambil jumlahnya sama. Uang perusahaan yang keluar sebagai gaji pengelola dianggap sebagai biaya dan bisa diperhitungkan terhadap hitungan laba-rugi perusahaan. Sementara mengambil sebagian keuntungan untuk kepentingan pribadi atau prive secara akuntansi akan mengurangi besarnya modal disetor pada neraca perusahaan.

Coretan Lain



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *