Ngantuk Yang Bikin Malu

11-08-2014

Sebenarnya malu juga sih menulis cerita ini, tapi ada baiknya juga untuk dibaca supaya tidak dituri, eh ditiru sehingga engga ikutan malu. Hehehehe…

Kejadian ini bermula ketika saya bersama dengan 6 orang anggota keluarga lainnya terbang dari Surabaya menuju Jakarta pada liburan Lebaran lalu. Demi menghemat biaya tiket pesawat, kami sepakat mengambil jam penerbangan malam untuk berangkat dan pulang dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
Awalnya tidak ada yang istimewa dengan penerbangan ini, maklum sudah lumayan sering riwa-riwi naik burung besi. Bedanya, kali ini sejak pesawat take-off mata ini terasa berat banget, seperti kena lem. Tapi engga bisa tidur karena jika bepergian bersama Cica (anak kami yang berusia 4 tahun) sudah jaminan mutu engga bakal bisa merem alias tidur karena tau sendiri lah kelakuan anak yang kelebihan energi. Dari mulai minta main games (di kelas ekonomi Garuda ada fasiiltas layar hiburan di tiap kursi), minta makan roti, dan juga berdiri untuk memanggil adik sepupunya yang duduk didepannya.

Mata terasa semakin berat ketika tanda-tanda mendarat di Soetta sudah dekat, dan inilah biang kerok kejadian yang mungkin biasa bagi orang lain, tapi cukup memalukan bagi saya. Setelah pesawat menyentuh landasan dan bergerak menuju tempat parkir, saya merasa pesawat sudah berhenti dan lampu kabin dinyalakan. Sontak dengan segera saya (sambil menahan kantuk) berdiri dan membuka kabin bagasi diatas kepala. Sampai saat itu saya engga sadar bahwa sebenarnya pesawat belum sampai, bahkan masih jauh dari lokasi parkir. Sejurus kemudian ada mbak pramugari yang dengan suara agak berteriak berkata “Pak, kita belum berhenti, mohon duduk kembali.”
“Hahhh…?!”
“Ya Tuhan, masih belom parkir toh…” pikir saya sambil duduk kembali.
Tampak mbak pramugari itu berjalan dari belakang untuk menutup bagasi diatas kepala saya dengan muka yang sedikit cemberut. Adik saya yng duduk didepan tempat duduk saya pun berkata kalo pesawat belum berhenti. Dan parahnya lagi saya sekilas mendengar ucapan penumpang lain “Ndeso…” begitu katanya.

Ampun dah, malu banget. Moga aja engga ada yang kenal dan moga aja semua pada ngantuk seperti yang saya alami. Jadi mereka engga terlalu mikirin. Tapi tetep aja malu, man…

Sempat terucap dari mulut “Ops, maaf mbak…” tapi sepertinya mbak pramugari yang cantik itu engga dengar dan terus berjalan kedepan.

Sepele memang, tapi bagi saya hal ini benar-benar sebuah kebodohan yang memalukan. Hanya karena ngantuk berat, hilang konsentrasi, jadinya melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Saya sadar ada aturan-aturan yang harus kita patuhi ketika menjadi penumpang pesawat terbang, dan hal itu semata-mata demi keselamatan penerbangan.

Pesawat pun bergerak kembali berjalan menuju apron dan pengumuman penumpang boleh keluar pun terdengar. Ternyata tadi cuma berhenti sesaat, mungkin menunggu giliran lewat atau apa. Selanjutnya sambil menenteng travel bag saya berjalan keluar pesawat dibelakang Cica. Benar juga etika melewati mbak pramugari tadi didekat kabin pilot, penumpang yang berjalan didepan saya mendapat ucapan “Terima kasih pak.” tapi saya engga.
Yahh, saya bisa maklum, mungkin mbak pramugarinya masih sewot dengan kejadian sebelumnya yang membuat dia repot.

Untuk mbak pramugari Garuda Indonesia GA-331 tanggal 30 Agustus kemarin, saya mohon maaf yaa… Sumpah deh, itu semua karena kondisi ngantuk dan pesawat sudah berhenti yang saya kira sudah sampai apron.
Untuk yang baca, jangan ditiru. Karena bisa mengganggu dan membahayakan penumpang lain.

Memang kalo sudah ngantuk itu apapun bisa terjadi dan mungkin malah bisa memalukan…

(Dikunjungi 93 kali, 1 pengunjung hari ini)

Coretan Lain



2 thoughts on “Ngantuk Yang Bikin Malu

  1. andhika pradana

    hahahahahaha….. untung ak ga satu pesawat ma km mas,iso ngguyu super ngekel ak…

    Reply
    1. admin Post author

      yeee…. namanya juga lagi ngantuk :p

      Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *