Pengawasan dan Pengendalian Persediaan Dagangan

05-04-2013

pengendalian-persediaan

Pengawasan dan pengendalian merupakan hal yang penting dalam mengelola toko kelontong. Salah satu aspeknya adalah pengawasan dan pengendalian barang dagangan yang tersedia. Pengawasan dan pengendalian barang dagangan dalam toko kelontong harus dibuat seefisien mungkin, mengingat jumlah barang dan macam barang dagangan yang banyak. Agar pengawasan dan pengendalian menjadi efisien, maka persediaan harus diklasifikasikan terlebih dahulu.

(Baca juga: Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kesehatan Usaha)

Klasifikasi biasanya dibagi menjadi tiga, yang biasa disebut klasifikasi ABC. Klasifikasi ini didasarkan kepada nilai nominal atau nilai rupiah dari persediaan yang ada. Dengan diketahuinya klasifikasi ini, maka pengawasan dan pengendalian akan dilakukan lebih intensif kepada item tertentu yang merupakan item yang terpenting dari seluruh item yang ada dibandingkan dengan item lainnya. Nilai dalam klasifikasi ABC adalah volume bahan yang dibutuhkan selama suatu periode dikalikan dengan harganya. Item yang memiliki nilai investasi yang lebih tinggi dari item lain dianggap item yang lebih penting, sehingga akan mendapat perhatian yang lebih serius dalam pengawasan dan pengendaliannya.

Klasifikasi A
Adalah item persediaan barang dagangan yang memiliki jumlah fisik yang relatif sedikit (kurang lebih sekitar 20 persen dari seluruh persediaan) akan tetapi memiliki nilai rupiah yang sangat tinggi (bisa mencapai sekitar 70 persen) dari seluruh investasi persediaan barang dagangan yang ada di toko. Kelompok persediaan barang dagangan ini harus mendapat perhatian yang lebih serius karena berdampak biaya tinggi dalam pengadaannya.

(Dikunjungi 877 kali, 9 pengunjung hari ini)

Coretan Lain



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *