Rasio Keuangan Untuk Mengukur Kesehatan Usaha

30-05-2014

Seberapa sehat usaha atau bisnis anda? Beberapa rasio keuangan dasar akan mampu memberikan gambaran tentang kesehatan dari usaha atau bisnis yang anda jalankan. Rasio-rasio keuangan tersebut adalah rasio lancar (current rasio), rasio hutang, dan margin laba. Dengan mengetahui nilai rasio-rasio tersebut pemilik usaha dapat memonitor kondisi usaha, mendiagnosa potensi-potensi masalah yang akan timbul, dan melihat perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu.
(baca juga: Bagaimana Membuat Laporan Keuangan Usaha)
Selain berguna bagi anda sebagai pemilik atau pengelola usaha. Rasio-rasio ini sering digunakan oleh bank atau lembaga pemberi pinjaman sebagai dasar penilaian dan analisa. Mereka akan membandingkan nilai rasio dari perusahaan anda dengan perusahaan lain yang sejenis sebelum mereka menyetujui atau menolak memberikan pinjaman.

Rasio lancar (current ratio).
Rasio lancar merupakan alat yang ampuh untuk mengetahui apakah perusahaan anda memiliki sumber daya yang cukup guna membayar semua biaya untuk 12 bulan kedepan.

Rasio Lancar = Total Aktiva Lancar ÷ Total Hutang Lancar

Aktiva atau aset lancar adalah jenis aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aset lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Sedangkan hutang lancar adalah hutang atau kewajiban yang memiliki jatuh tempo dibawah 1 tahun.
Jika nilai rasio lancar > 1 maka secara umum usaha anda dalam kondisi baik. Namun jika nilai rasio lancar terlalu tinggi dan meningkat dari tahun ke tahun ada kemungkinan ada masalah dalam penagihan piutang atau usaha anda terlalu banyak menyimpan persediaan barang dagangan.

Rasio hutang (total debt ratio).
Rasio hutang biasanya digunakan untuk menilai kemampuan jangka panjang suatu perusahaan dalam mengelola sumber dana miliknya.

Rasio Hutang = Total Hutang ÷ Total Aktiva

Perusahaan dianggap sehat apabila memiliki rasio hutang < 1. Perusahaan dengan nilai rasio hutang yang tinggi akan berbahaya karena memiliki resiko besar mengalami kebangkrutan. Umumnya bank atau lembaga pemberi pinjaman sangat tertarik memperhatikan rasio ini. (baca juga: Buku Kas, Hutang, dan Piutang Bagi Usaha Kecil)

Margin laba (profit margin).
Rasio ini digunakan untuk mengetahui berapa persen margin laba dari total penjualan yang dilakukan oleh perusahaan.

Margin Laba = Laba Bersih ÷ Total Penjualan

Secara umum, semakin besar rasio atau margin laba yang diperoleh maka semakin baik kinerja perusahaan, namun selain hal itu margin laba sangat baik digunakan untuk memonitor dan membandingkan performa perusahaan dari waktu ke waktu. Jika margin laba mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, maka beberapa langkah bisa diambil sebagai antisipasi, menekan pengeluaran misalnya.

(Dikunjungi 548 kali, 1 pengunjung hari ini)

Coretan Lain



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *